Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Friday, 6 June 2014

Penyakit Lupus


Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.
Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.
Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk geja LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan

Sumber: http://doktersehat.com/lupus-apa-itu-penyakit-lupus/#ixzz33xNLjbA4
Read More

Wednesday, 4 June 2014

Gejala virus Mers


    Saudi Arabia : kasus mers 49 dan jumlah kematian 32
    United Kingdom (UK) : kasus mers 3 dan jumlah kematian 2
    Italia : kasus mers 3 dan jumlah kematian 0 (tidak ada)
    Perancis : kasus mers 2 dan jumlah kematian 1
    Jordania : kasus mers 2 dan jumlah kematian 2
    Qatar : kasus mers 2 dan jumlah kematian 0 (tidak ada)
    Tunisia : kasus mers 2 dan jumlah kematian 0 (tidak ada)
    United Arab Emirat (UAE) : kasus mers 1 dan jumlah kematian 1


Asal Penyakit Virus Mers belum diketahui asal muasalnya, namun diperkirakan berasal dari unta tetapi setelah diteliti ternyata sebagian korban tidak ada kontak dengan unta. Semakin banyak saja penyakit yang belum ditemukan obatnya, seperti halnya penyakit lupus yang beberapa waktu yang lalu sempat membuat panik diberbagai belahan dunia, dan saat ini sedang dikhawatirkan dengan penyakit virus mers.

Gejala Mers

Gejala Mers untuk sebagian besar yang terinfeksi Mers CoV berkembang kesaluran pernapasan yang berat disertai demam, batuk dan napas lebih pendek.

Tanda-tanda atau Ciri-ciri Penyakit Virus Mers

    Gangguan pernapasan (napas pendek dan susah bernapas)
    Demam tinggi diatas 38 derajat celcius, bukan panas dalam yang biasa
    Batuk-batuk dan bersin-bersin berkelanjutan
    Sakit dada dan sering terasa nyeri


Bila terserang virus mers maka harus dirawat oleh dokter ahlinya untuk mencegah berkembangnya virus mers merusak tubuh penderitanya. Kemungkinan seorang penderita akan kurus untuk itu perlu menambah berat badan dengan konsumsi makanan sehat bergizi juga penanganan lebih lanjut dengan antivirus untuk mengurangi gejala dan penyebaran virus berbahaya tersebut.

Sementara ini untuk Menghindari Virus Mers yaitu menghindari kontak langsung dengan penderita dan juga berusaha menerapkan pola hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan tubuh diri sendiri dan juga lingkungan hidup. Menjaga kebersihan bisa dengan cuci tangan setiap saat dengan sabun antiseptik dan mandi secara bersih, cepat cek ke dokter bila sakit yang berkelanjutan seperti sakit dengan gejala demam, batuk-batuk, dan sulit untuk bernafas.

Saran hidup sehat dalam melindungi diri sendiri dari Virus Mers

    Tutuplah hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk dan bersin, dan buanglah tisu ke tempat sampah
    Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci dengan bersih (gunakan antiseptik untuk mencuci tangan setiap saat)
    Cobalah untuk menghindari penggunaan alat minum dan alat makan bersama dengan orang yang sedang menderita sakit

Semoga dengan mengetahui Gejala Penyakit Virus Mers CoV Penyebab dan Tanda-tanda Mers dapat menjadi pembelajaran yang bermanfaat agar dapat dari sekarang untuk lebih waspada dan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, bila ada mengalami gejala seperti yang dijelaskan diatas identik dengan gejala virus mers sebaiknya segera berkunjung ke dokter untuk cek penyakit yang diderita.
Read More

baca juga

iklan